Kamis, 12 Februari 2015

9/12/2014

Setelah kedua mata melihat semua yg pernah berharga kini telah pergi,
Aku berniat melepaskan seperti sebuah pemula,
Dan suaranya terdengar seperti lagu kesukaan mu yang mudah kau hafal,
Namun tak ada yang abadi..

Pernah ku dengar pepatah bahwa kita akan bertemu jodoh kita,
Aku berharap jodoh ku adalah kamu,
Katakan jodohmu adalah aku,
ya begitulah seharusnya..
Ketika bintang memancarkan sinarnya, atau saat kita masih bertelpon sampai adzan subuh berkumandang,
Kita tidak pernah terpisahkan..

Kini ku dengar kau benar-benar pindah ke luar kota
Aku fikir akupun akan baik-baik saja,
Tapi ternyata tidak,
Mungkin aku terlalu naif untuk menerima kenyataan,
Aku berani bertaruh suatu hari nanti kisah ini akan mengikuti mu, terus mengikuti mu
Tak ada yang abadi
Walaupun hanya sebuah kepura-puraan dalam mimpi terliar mu..

27/11/2014

Tepat pukul 10 malam, kau bbm ku
Seakan menerorku untuk bertemu
Berkata bahwa aku begitu mengacuhkan mu hari ini
Kertas putih kaku berubah menjadi kusut sekarang
Aku merasa tak ada yang perlu di bicarakan lagi

Aku ingat dulu kau begitu menghargai ku,
Memberi ku ruang untuk berkumpul dgn teman2,
Menyayangi ku seperti kupu2 yg hinggap di bunga
Mengapa skrg kau begitu over protective
Setidaknya untuk ku bernafaspun tidak bisa
Setiap hari seperti perang
Tapi kau masa bodo, kita begitu muda
Sehingga kita terhasut keegoisan kita

Kau menelpon ku, lalu bertanya mengapa tidak seharusnya aku yang menelpon mu lebih dahulu
Ku tak seharusnya berbuat begitu
Ya tuhan.. Lihat kita begitu rapuh
Kita bertengkar sepanjang malam
Ku rasa langit pun tak bisa membantu
Tak ada yang abadi
Mengapa tidak kita coba untuk saling menghargai
Seperti bunga-bunga yg kita tawarkan untuk bermekaran
Lumpuhkan ego itu, dan coba bertahan..
Andai kau mau..

Andai kau mau..

pashmina kesukaanmu..

Malam itu, saat aku selesai kelas
Pipi merona, bibir merah klasik yg ku pakai
Dengan pashmina itu, kesukaan mu
Sengaja aku pamerkan agar kau melirik ku
Ya, andai kau mau..
Karna kita masih muda dan kita suka hal yang mencolok

Kau menelpon ku dan berkata "apakah kau mau aku menjemput mu?"
Dan "hei, senang bertemu dengan mu",
"Apa yang telah kau lakukan seharian?"
Kita begitu sibuk hingga kita melupakan waktu kita bersama,
Kau pasti tidak tau mengapa aku tersenyum saat bertemu dgn mu hari itu,
Tapi aku tau..
Sengaja aku memakai pashmina itu agar kau melirik ku,
Tapi dia tidak bisa menjaga mata liar nya
Tapi aku tau..

Dan begitulah cerita kita hari itu
Dia mengantar ku pulang, sebelum tengah malam tiba
Dan begitulah cerita kita hari itu
Hubungan ini, cinta ini, bagai warna yang mencolok
Dari semua sejarah kisah cinta ku..

pagi buta, 23/11/2014

Oh.. Apa yang telah aku lakukan...?
Aku masih terjaga dalam malam ku,
Malam yang terasa begitu panjang,
Tetapi aku tidak memikiran apa-apa kecuali tugas yg kau berikan,
Dan aku berusaha menyelesaikannya, hmmm..mmm..
Setidaknya ada sebotol jus jeruk, dan sebatang cokelat disamping ku..

Demi membuat mu senang, ku coba mengedit semuanya
Demi membuat mu senang, ku rela tidak menutup mataku
Mereka semua bertanya, apa yg telah aku lakukan
Lalu ku jawab, aku hanya mencoba agar ia tidak marah
Lantas mereka menilai bahwa hubungan kita gila,
Mereka menerka-nerka seperti melihat aksi Jackie Chan di tv

Pukul 04.21, aku berani bertaruh bahwa kau telah meninggalkan malam ini
Oh, sungguh.. Sepertinya itu membuatku gila
Aku hanya ingin membuat mu senang,
Ku coba membetulkan semuanya,
Aku hanya ingin membuat mu senang,
Ku rela tidak menutup mataku...
Oh.. Apa yng telah aku lakukan...?

Rabu, 11 Februari 2015

aku sayang padamu..

Siapa aku?
Mengaduh di kegelapan
Bekata cinta pada sunyi
Tapi menangis dalam kalbu

Suara embun apa itu suaramu ?
Rintik hujan apa itu bisikanmu ?
Aku rindu.. Pada kata-kata hati seorang pujangga
Yang memeluk teguh tak pernah rempat di telan ombak
Aku bisa merasakannya saat lampu mulai redup
Aku bisa mendengarnya saat semua membisu

Pujangga-pujangga cinta,
Datang dan kabarkan bahwa
Aku Sayang Padanya..
Untukmu....

jika

 Jika lampu itu ku ibaratkan aku,
Dan lilin itu ku ibaratkan kau..
Maka ketia kau meleleh dan redup,
Aku ada untuk menerangimu..

Jika pagi itu ku ibaratkan aku,
Dan jika malam itu ku ibaratkan kau..
Maka ketika aku lelah berpijar,
Kau sambut ku dengn rembulanmu..

Ketika cahaya-cahaya mu mulai pecah oleh langit,
Ku sambut tawamu dengan terbit ku..
Biarlah kau silau dengan terbitku untuk sesaat,
Dan tetaplah berbaring di ufukku,
Kemudian bangunlah dari lelapmu pada senjaku..