Tepat pukul 10 malam, kau bbm ku
Seakan menerorku untuk bertemu
Berkata bahwa aku begitu mengacuhkan mu hari ini
Kertas putih kaku berubah menjadi kusut sekarang
Aku merasa tak ada yang perlu di bicarakan lagi
Aku ingat dulu kau begitu menghargai ku,
Memberi ku ruang untuk berkumpul dgn teman2,
Menyayangi ku seperti kupu2 yg hinggap di bunga
Mengapa skrg kau begitu over protective
Setidaknya untuk ku bernafaspun tidak bisa
Setiap hari seperti perang
Tapi kau masa bodo, kita begitu muda
Sehingga kita terhasut keegoisan kita
Kau menelpon ku, lalu bertanya mengapa tidak seharusnya aku yang menelpon mu lebih dahulu
Ku tak seharusnya berbuat begitu
Ya tuhan.. Lihat kita begitu rapuh
Kita bertengkar sepanjang malam
Ku rasa langit pun tak bisa membantu
Tak ada yang abadi
Mengapa tidak kita coba untuk saling menghargai
Seperti bunga-bunga yg kita tawarkan untuk bermekaran
Lumpuhkan ego itu, dan coba bertahan..
Andai kau mau..
Andai kau mau..
Seakan menerorku untuk bertemu
Berkata bahwa aku begitu mengacuhkan mu hari ini
Kertas putih kaku berubah menjadi kusut sekarang
Aku merasa tak ada yang perlu di bicarakan lagi
Aku ingat dulu kau begitu menghargai ku,
Memberi ku ruang untuk berkumpul dgn teman2,
Menyayangi ku seperti kupu2 yg hinggap di bunga
Mengapa skrg kau begitu over protective
Setidaknya untuk ku bernafaspun tidak bisa
Setiap hari seperti perang
Tapi kau masa bodo, kita begitu muda
Sehingga kita terhasut keegoisan kita
Kau menelpon ku, lalu bertanya mengapa tidak seharusnya aku yang menelpon mu lebih dahulu
Ku tak seharusnya berbuat begitu
Ya tuhan.. Lihat kita begitu rapuh
Kita bertengkar sepanjang malam
Ku rasa langit pun tak bisa membantu
Tak ada yang abadi
Mengapa tidak kita coba untuk saling menghargai
Seperti bunga-bunga yg kita tawarkan untuk bermekaran
Lumpuhkan ego itu, dan coba bertahan..
Andai kau mau..
Andai kau mau..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar